MAMPUKAH KAMU UNTUK MENGAMPUNI ORANG LAIN ?



Hari Minggu, 13 Maret 2011 (barusan) aku pergi mengikuti kebaktian remaja dan kebaktian umum. Hmm, untuk kebaktian remaja bahasannya berat banget, so aku kurang tertarik, tapi tadi saat kebaktian umum, bahasan yang dibawakan oleh G.I. Linda Santoso itu bagus banget... Tentang pengampunan. Nats alkitab nya dari Matius 18 : 21-35

Diawali dari ilustrasi sebagai berikut :

Ada seorang anak SD yang datang kepada mamanya, "Ma... Tadi aku dipukulin sama teman aku... Sakit Ma..." Lalu apa yang biasa dikatakan oleh seorang mama jika anaknya dipukulin ? Biasanya jawabannya, "Kamu harus pukulin dia lagi donk, yang lebih sakit..."

See, lihat kan contoh ilustrasi di atas. Menurut dunia, "Jika seseorang baik kepada kita, maka kita harus membalas kebaikkannya dan jika seseorang jahat kepada kita maka kita harus membalas perbuatannya, bahkan kalau bisa lebih menyakitkan."

Yup, menurut dunia kita harus melakukan hal seperti itu. Pertanyaan nya sekarang adalah "Pernahkah kamu disakiti?" Tentu saja pasti kamu menjawab "Pernah" atau bahkan "Sering".

Tapi seperti yang tertulis dalam alkitab, 'Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh.' Di sini aku akan menjelaskan apa arti dari kalimat Yesus. Apakah kita harus mengampuni orang yang telah menyakiti kita sebanyak 70 kali 7 alias 490 kali? Ternyata bukan. Dalam angka Yahudi, angka tujuh merupakan satu angka kesempurnaan dan Yesus menggunakan angka puluhan sebagai pelengkap yang utuh. Jadi dapat disimpulkan, seberapa orang menyakiti kita, datang kepada kita untuk minta ampun, kita harus mengampuninya bahkan sebelum orang itu datang minta ampun, kita sudah terlebih dahulu mengampuni mereka. Itu lebih baik...

Mengapa sih terkadang kita sulit untuk mengampuni ?

Alasan yang pertama adalah karena kita merasa bahwa kita itu benar dan orang lain itu salah.


Kedua, karena kita senantiasa mengasihani diri kita sendiri. Maksudnya adalah Kita selalu berpikir, "Aku udah terlalu sakit hati, semua yang sudah mereka lakukan kepadaku itu tidak adil..." Fokus kepada diri sendiri sehingga tidak mau mengampuni.


Ketiga, karena kita tidak sungguh-sungguh mengasihi orang lain. Seharusnya jika kita mengasihi pasti mengampuni. Tapi sayangnya, saking kita sakit hatinya, kita jadi malas untuk mengampuni. TIDAK MENGAMPUNI BERARTI TIDAK MENGASIHI.


Dan yang terakhir adalah karena kita lupa kalau kita sudah lebih dahulu diampuni oleh Tuhan Yesus Kristus.


Kawan, ketika kita sulit untuk mengampuni orang lain. Ingatlah bagaimana Yesus yang mengampuni kita juga.

Ada seorang anak muda ditanya, "Apakah kamu bisa mengampuni?" Lalu apa jawabannya, "Bisa sih... tapi sebaiknya aku nggak mau kenal lagi deh sama dia..." atau "Bisa mengampuni tapi pasti ada kesenjangan antara hubunganku dengan dia." Nah, apakah kamu pernah begitu? Jika iya, kamu memang sudah mengampuni TAPI... PENGAMPUNAN YANG BERSYARAT. Kita mau mengampuni, asalkan orang yang menyakiti kita itu mau berubah. Baru deh kita ampuni, oohhh please deh guys, sama aja kalian tuh nggak mengampuni.

Oya, yang harus kalian tahu juga. Mengampuni itu tuh pasti akan memperbaiki suatu keadaan. Dari yang buruk menjadi pulih atau baik kembali. Meski pengampunan itu adalah suatu perkara yang agung. Mengampuni juga suatu proses yang terjadi secara bertahap. Tidak seenaknya aja, mengampuni nih ya,, terus ya udah diampuni. Butuh proses tahu... Tentu awalnya masih sakit hati, susah banget deh... Lihat muka orang yang menyakiti kita rasanya huuuu sebel banget... Tapi kita harus kalahkan ego kita. Kita perlu merendahkan hati, berkorban habis-habisan untuk mengampuni orang lain. Yang pastinya yang harus kita tahu, "Semakin besar luka yang diberikan, semakin besar kekuatan kita untuk mengampuni"

Pesannya adalah
"Saat kita bisa mengampuni orang lain, itu berarti kita mengetahui kehendak Allah. Orang yang tidak bisa mengampuni adalah orang paling malang. Kita tahu, setiap hari ada kalanya kita disakiti. Tetapi saat kita disakiti, kita harus mengampuni. Bila tidak bisa, ingatlah betapa Allah sudah mengampuni kita juga. Masa kita sebagai umat Allah tidak bisa mengampuni kesalahan sesama kita? Jangan juga kita menaruh dendam kepada mereka yang menyakiti kita..."

TENTANG AKU

Yah, kalau aku sih seneng banget dan tertarik banget sama bahasan tentang PENGAMPUNAN. Hahaha, kalau masalah disakiti, beh, pasti aku juga pernah donk, meski orang itu menyakitiku secara sadar atau tidak sadar. Waktu dulu sih, aku sering diejek JIDAT sama teman-temanku. Awalnya sih nggak enak juga ya, dipanggil begitu. Kesannya gimana gitu... Pengennya dibawa enjoy, tapi guess what aku sempat kesal juga kepada mereka yang sudah terbilang "keterlaluan" banget deh... Tapi aku selalu berpikir ke arah postif, "Karina, teman-temanmu memanggilmu seperti itu karena mereka sayang kamu... Setidaknya panggilan itu akan mengenang kamu..." Yah, oke, aku mengerti... Kalau bicara disakiti juga, hmm, mungkin ada beberapa omongan orang yang istilahnya "menasehati" lah. Tapi nasehatnya itu bikin sakit hati. Tapi entah kenapa, aku berusaha untuk tidak ambil pusing, toh ini juga untuk kebaikkan aku...

So, guys...

SUDAHKAH KAMU MENGAMPUNI ORANG LAIN?

SANGGUPKAH KAMU MENGAMPUNI ORANG LAIN?

AMPUNI MEREKA SEKARANG

LAKUKAN ITU....


Karina Aprillia
1 Response
  1. fryscho Says:

    Maaf, perlu saya luruskan karena anda tidak selesai menulisnya. yang benar:
    Matius 18
    18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

    Jadi bukan 70 kali 7 alias 490 kali, tapi 70 kali 7 kali alias tak ada batasnya...
    Untuk statement lain, menurut saya udah bener.. hehehe...


My Plurk

My Fav Song, Please Listen...