BELLA AND FRIENDS

Hari ini adalah hari ulang tahun Bella. Tentu saja bagi setiap orang yang merayakan ulang tahun, tentu hari ini merupakan hari yang penuh kebahagiaan dan sukacita bagi orang itu, tak terkecuali Bella. Tapi sayang, hari ulang tahun yang seharusnya indah berubah menjadi tidak begitu menyenangkan gara-gara masalah sepele.

Di hari ulang tahun, Bella mengharapkan ucapan selamat ulang tahun pertama kali dari sahabat-sahabat karibnya yang terdiri dari Sandra, Emma, Molly, Jesslyn dan Bianca. Tapi sayang, apa yang Bella inginkan tidak terwujud karena tanpa ia sangka teman-temannya malah cuek kepadanya. Ada sesuatu yang sahabat-sahabat Bella sembunyikan dari dia. Tapi apa? Bella tidak mengetahui apa yang terjadi dengan mereka. Mereka seakan-akan menjauhi Bella. Bella berpikir mungkin ada suatu kesalahan yang sudah Bella perbuat tapi ia tidak menyadarinya. Sampai pada akhirnya…

“Sekarang selesaikan permasalahan kalian…” ucap Sandra serius.
“Masalah apa sih ?” kata Bella sambil berjalan ke sana kemari untuk menghindari Emma, Sandra dan Jesslyn.
“Bella… Kamu katakan yang sejujurnya. Dan semuanya pasti akan beres !” pinta Sandra.
“Iya… Tapi masalah apa dulu ?” ucap Bella yang tetap tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Sandra sambil berjalan ke sana-sini.
“Bella… Diam donk… Jangan seperti cacing kepanasan…” suruh Emma.
“Iya… Tapi apa ? Aku sama sekali nggak ngerti maksud kamu Emma…” ucap Bella memelas. “Kamu khan tahu apa yang kamu lakukan kepada Jessyln…” ujar Sandra.
“Iya… Apa ?” Bella bingung.
“”Oke… Aku jelasin. Kamu tahu, ada gossip untuk geng kita. Ada yang bilang kalau kamu tuh jelek-jelekin Jesslyn di Facebook. Kamu udah membuat nama baik Jessyln jadi hilang gara-gara statement yang kamu buat… Sekarang kita minta penjelasan semua tentang gossip itu dari kamu, dari mulut kamu sendiri. Apa benar itu?” cecar Sandra.
“Hah ?? Jesslyn ? Jelek-jelekin ? Di Facebook… Aku nggak pernah tuh… Ngaco ah…” elak Bella sambil bercanda.
“Yang jelas donk, Bella! Aku tuh serius ya…!” pinta Sandra sedikit memerintah.
“Dan aku juga tuh serius Sandra… Aku tuh nggak tahu apa-apa… Aku…” suara Bella mulai bergetar. “Tapi semua orang bilang, kamu jelek-jelekin Jesslyn…” potong Emma.
“Emma… Sandra… Sungguh, aku…aku nggak tahu,” pertahanan Bella mulai goyah.
“Tapi… Kamu cukup jelasin kok! Bener kamu nggak lakukan ? Tapi ada buktinya lho…” ujar Sandra sambil menatap wajah Bella yang sudah bersimbah dengan air mata.
“I swear… AKU SAMA SEKALI TIDAK MELAKUKAN ITU SEMUA !” tegas Bella.
“Ya udah sekarang kamu minta maaf sama Jesslyn…” pinta Emma.
“Minta maaf ? Minta maaf buat apa ???” Bella mulai mondar-mandir nggak jelas.
“Minta maaf aja! Meski kamu nggak merasa melakukan kesalahan, tapi seenggaknya kamu minta maaf ke Jesslyn. Tahu nggak Bella ? Gara-gara mikirin masalah itu, Jesslyn nangis tahu semalaman…” jelas Sandra.
“Tapi…” bantah Bella.
“Nggak usah pakai tapi-tapi an deh… Minta maaf aja susah amet…”
“Iya…Iya… Jesslyn…” ucap Bella.
Jesslyn juga sudah meneteskan air mata, “Jess, Maafin aku ya !!!” ucap Bella tertahan.
“Ngomong apa kamu, Bel ? Nggak jelas…” potong Sandra.
“Maafin aku, Jess. Aku nggak pernah ngelakuin itu… Tapi maafin aku ya atas semua kesalahanku…” tangis Bella semakin menjadi-jadi. “Iya…” ujar Jesslyn, kemudian Jesslyn dan Bella berpelukan. Dan…
“HAPPY BIRTHDAY TO YOU! HAPPY BIRTHDAY TO YOU! HAPPY BIRTHDAY TO BELLA! HAPPY BIRTHDAY BELLA!!!” Molly bernyanyi sambil membawa kue tart. Lalu Bianca mengikuti Molly dari belakang dan memberikan kado untuk Bella.
“Sudah…Sudah… Jangan nangis terus donk!” bujuk Emma sambil mengelus-elus lembut rambut Bella.
“Maaf ya, Bel. Kita nggak bermaksud membuat kamu nangis. Tapi kayaknya kita penasaran melihat kamu nangis itu seperti apa. Habisnya kamu itu bukan tipe orang yang gampang nangis sih. Jadinya kita melakukan hal seperti itu deh…” jelas Molly kemudian.
“Iya… Aku juga tahu dari Adela. Kata dia, kalian hanya jahili aku gara-gara aku ultah. Tapi aku nggak tahan juga dengan sikap kalian. Jadinya… Jadinya aku pengen nangis deh…” ucap Bella sambil terisak.
“Wah… Kacau tuh Adela. Minta dihajar…” ujar Sandra bercanda. Bella tersenyum mendengar perkataan Sandra. “Bukan… Adela nggak salah kok…” bela Bella.
“Iya… Iya… Becanda doank, Bella !” sanggah Sandra.
“Ayo donk Bella ! Buka kadonya !” kata Jesslyn setengah berteriak.
“Lho ? Buka sekarang kadonya ? Nggak asyik donk !” ucap Bella sambil menatap dan menimang-nimang kado pemberian sahabat-sahabatnya itu.
“Ya iyalah… Kita khan mau tahu tanggapan langsung dari kamu. Sekalian photo-photo…” jelas Molly sambil tersenyum.
“DASAR!!! MISS NARSIS!!!” teriak Bella, Jesslyn, Bianca dan Sandra bersamaan. “Woy… Pelan-pelan aja kaleee…” ucap Molly sambil menutup kedua telinganya dengan tangan. “Aku tahu. Aku itu emang cantik dan photogenic banget. Jadi, kalian harus maklumi aku donk, kalau aku suka banget photo-photo…” cerocos Molly.
“Udah, Bell! Nggak usah dengerin ucapan Molly. Langsung buka kadonya…” pinta Emma. Bella pun langsung menuruti keinginan Emma. Sebenarnya, Bella juga penasaran dengan hadiah yang sudah ia pegang sedari tadi. Dengan sigap, Bella langsung merobek kertas pembungkus hadiah itu dan ternyata… Wow! Rupanya itu sebuah notes lucu yang sebenarnya sudah Bella incar dari dulu, tapi sayangnya harga yang ditawarkan terlalu mahal. Jadinya, ia harus menunda dulu rencananya. Tapi sekarang, apa yang dia idam-idamkan sudah berada di tangannya. “Kita tahu, kamu suka banget sama notes ini dan kita berharap notes ini berguna untuk kamu, ya supaya kamu menuliskan tugas-tugas sekolah dan kamu tidak selalu lupa untuk mengerjakan PR…Hehe…” Jesslyn menjelaskan alasan mereka membeli notes itu sambil bercanda.
“Thanks ya semuanya…” ucap Bella.
“Tunggu dulu…” sergah Molly. “Nggak hanya sampai di sini hadiahnya. Masih ada kejutan lain laginya. Sekarang buka notesnya…” suruh Molly kemudian. Bella menuruti apa yang disuruh Molly. Bella membuka notes itu dengan penasaran. Bella terperangah dengan apa yang dilihatnya. Ternyata, notes itu sudah ada isinya dan…
“Bagaimana ? Bagus dan menarik bukan ? Kita buatnya susah lho… Biar saja jelas khan. Dalam notes ini ada beberapa bagian yang sudah terisi penuh. Dan bisa Anda lihat sendiri, di sana ada photo-photo kita semua. Kita juga menyediakan kertas opini di mana kertas opini ini berisikan pendapat, kesan dan pesan setelah berkenalan dengan Anda. Jadi, Anda bisa melihat dan membaca apa yang dirasakan oleh kita setelah berkenalan dengan Anda, Nona Bella…” jelas Sandra panjang lebar. Bella hanya bisa takjub melihat perjuangan sahabat-sahabatnya dalam membuat kejutan ini. Sungguh rasanya, Bella ingin sekali menumpahkan air matanya lagi saking terharunya.
“Kalian…” ucap Bella terisak.
“Jangan nangis lagi…” Emma memperingati Bella.
“Kalian adalah sahabat-sahabatku yang paling baik. Kalian adalah bagian dari kehidupanku yang begitu indah. Aku, Bella. Tidak akan pernah sekali pun melupakan persahabatan kita. Aku sayang kalian… Aku berharap tidak ada sesuatu apa pun yang membuat persahabatan kita rusak…” kata Bella sambil mulai menangis.
“Bodoh kamu. Kita juga sayang kamu. Kita juga tak akan melukai hatimu karena kita tahu siapa kamu. Dan kita juga akan tetap menjaga persahabatan kita sampai kita dewasa meskipun kita sudah tua sekalipun. Sudah jangan nangis ! Aku jadi ingin nangis juga nih…” ucap Emma sambil mengusap air matanya yang mulai keluar tapi tetap ditahannya.
“Terima kasih sekali lagi. Terima kasih…” ucap Bella berkali-kali.
“Bella…” panggil seorang cowo. Bella mencari arah datangnya suara itu. Berdiri Nathan, seseorang yang ia cintai dengan sepenuh hati.
“Maafkan aku atas sikap tidak baikku tadi kepadamu… Sungguh… Aku tak bermaksud untuk melakukan itu…” kata Nathan merasa bersalah karena melukai Bella.
“Sudah Nathan. Aku sudah tahu apa yang terjadi…” Bella menenangkan Nathan.
“Ini untukmu Putriku…” Nathan langsung memberikan sebuket mawar merah kepada Bella sambil menatap mata lekat-lekat mata Bella.
“Thanks Nathan…”
“I always love you, Dear…” ucap Nathan sambil mengacak-acak rambut Bella.
“So sweet…” ujar Molly sambil memeluk Emma. Yang dipeluk hanya bisa pasrah menerima tingkah laku Molly.
“Me too…” jawab Bella sambil memeluk Nathan.
“Nanti aku akan memberikan kado istimewa lagi… Tapi nggak sekarang,” bisik Nathan.
“What is that ?” tanya Bella penasaran. “Rahasia. Kalau dikasih tahu, kado itu nggak istimewa lagi…” ucap Nathan.
“Cielahh… Lagi susun rencana berdua nih…” ejek Sandra.
“Kayaknya aku harus mengantar pulang Putri kesayangan kita nih…” ujar Nathan.
“Iya… Iya… Kita ngerti… Bawa pergi aja…” kata Emma.
“Semuanya… Terima kasih ya….” kata Bella lagi.
“IYAAA…” teriak mereka serempak karena gemas mendengar Bella selalu mengucapkan hal yang sama berulang kali. Bella hanya bisa tersenyum manis tanpa ada rasa bersalah kemudian Bella pergi dengan Nathan. Bella sungguh bahagia dan merasa terharu dengan apa yang sudah dilakukan sahabat-sahabatnya. Sungguh, ini merupakan hadiah ulang tahun yang paling menegangkan dan tentu saja hadiah yang paling istimewa.
“MISI BERHASIL !!!!” teriak Molly, Emma, Sandra dan Jesslyn bersamaan sambil menatap sahabat mereka yang satu itu bersama dengan Nathan.

Karya :
Karina Aprillia
Cerpen yang baru kalian baca terinspirasi dari kejadian di kelas XI IPA, hari Senin tanggal 24 Agustus 2009 yaitu untuk memberikan kejutan kepada Elsye Sugiarto yang berulang tahun tanggal 23 Agustus 2009. Sahabat-sahabat terbaiknya rela menguras air mata untuk memberikan kejutan manis untuk Elsye. Cerita ini intinya kurang lebih sama dengan kejadian yang terjadi. Jika ada yang berbeda, memang sengaja dibuat berbeda oleh pengarang supaya ada kesan berbeda pada akhirnya. Pemain adalah sebagai berikut : Elsye Sugiarto as Bella, Fransiska OH as Emma, Florencia Octa as Molly, Frisca Sutanto as Jesslyn, Devi Christiana as Sandra, and Riri Ria Wijaya as Bianca. Kalau Nathan itu sendiri, hanya karangan Karina Aprillia semata. Tidak bermaksud apa-apa. Thanks for all…
Gimana pendapat anda yang sudah membaca ??? Jangan lupa kirim komentar ya...
2 Responses
  1. iren ^^ Says:

    sialan banget nih cerpen
    bawa2 nama gw segala
    wkwkwkw
    mana peran na jdi orang paling narsis gitu
    padahal kan asli na aku itu pendieeem
    manis , lucu , cantik
    *lohh ? it narsis ya?*
    wkwkwkwk


  2. Miss Karina Says:

    @iren: sekali narsis tetep aja narsis

    weqqqq

    Xp


My Plurk

My Fav Song, Please Listen...